Rahasia Sukses Juragan Emas di Pasar

Rahasia Sukses Juragan Emas di Pasar

di sela-sela riuhnya pasar siang itu, saya yang sedang menunggu sol sepatu dijahit diajak ngobrol basa-basi dengan juragan toko emas yang duduk disamping saya. sama-sama menyeruput kopi hitam panas yang pekat, bedanya saya tidak merokok. Ibu pemilik warung, tukang sol sepatu, tukang parkir, penjual gorengan, pemilik toko kain, pedagang buah semuanya mengenal juragan toko emas yang ini. sebut saja Bapak Darto. beliau adalah sosok pekerja keras yang menjadi panutan oleh orang-orang di sekitar. bayangkan, jam 06 pagi setiap hari dari senin-sabtu Pak Darto sudah mulai membuka tokonya dibantu 3 asisten rumah tangga yang tinggal di ruko 2 lantai tersebut.

“kadang ada pedagang butuh duit cepet mas, mereka gadai atau jual emasnya pagi-pagi betul” katanya menjelaskan.
“o begitu ya pak, kirain ga ada yang transaksi kalo pagi gitu?” saya heran.
“Pasar ini jam 3 dinihari sudah rame, itu jajan pasar, buah, sayur, dikirimnya dinihari dari atas”

saya kagum. dengan semangat Pak Darto, dan para pedagang lain yang sedari pagi sudah menggeliatkan gairah berjualan di sana. bagaimana tidak, pasar tradisional masih merupakan salah satu elemen penopang ekonomi warga di kota ini. pun walau minimarket bertebaran di seluruh penjuru Kota, Pasar Tradisional tidak kalah saing. esensi mencari harga yang murah, bisa menawar, sudah punya langganan, dan pilihan barang banyak menjadi alasan orang-orang masih sering belanja di Pasar.

Rahasia Sukses Juragan Emas di Pasar adalah…

masih ada 2-3 pasang sepatu yang masuk antrian belum dikerjakan, tak apa. saya masih betah ngobrol di Warung itu. orang-orang disana ramah, suka bercanda, walaupun kadang jayus humornya. menu yang disajikan Ibu warung juga biasa saja. khas nasi rames rumahan, ada kering tempe, mi goreng, sayur lodeh, sayur bayam, pindang, bandeng, ayam, telur, bisa pilih sesuai selera. oiya, ada juga gorengan yang masih hangat. jadi pendengar setia obrolan kami.

“Jadi apa rahasianya pak? bisa sukses seperti sekarang?” tanya saya kemudian.
“Ah saya belum sukses mas, masih banyak pengusaha di luar sana yang lebih dari saya. kuncinya cuma satu, sebelum buka toko tiap pagi. minta doa restu sama istri saya” jawab pak Darto yakin
“cuma itu pak?” saya kurang yakin
“iya itu aja, gini-gini saya dulu sering ngaji. pak Kyai bilang doa Istri untuk suami itu jarang yang gak dikabulkan sama Tuhan.”
“Hmm. ” Gumam saya lirih.
“Maka dari itu, saya minta ke-4 Istri saya buat doain biar lancar semua urusan”
“Hah 4?” hampir kesedak gorengan begitu denger Pak Darto bilang gitu.
“Lho, lha iya kan. semakin banyak yang doain semakin kemungkinan tembusnya besar toh” Pak Darto tersenyum lebar.

Share this