Mobile Journalism

Cuaca hujan dari siang yang mengguyur kota semarang tidak menyurutkan para peserta talkshow mengenai mobile journalism yang diselenggarakan oleh IC (Internet Club) Unisbank bekerja sama dengan @askmisstrader dan monex investindo futures di Deoholic Cafe Pleburan Semarang hari Jumat 16 Maret 2012 Kemarin. mengangkat tema yang menarik yaitu “Mobile Journalism” Mbak Eka Handriana – Pimpinan Umum HaloSemarang dan Mas Muhammad Anhar – Wartawan Suara Merdeka / Redaktur desk berita Nasional menyampaikan pengalaman beliau yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik.



Pembicara pertama Mas Anhar mengatakan, menulis status di jejaring sosial melalui perangkat mobile pun termasuk mobile jurnalism. asal status tersebut berisi informasi yang bisa bermanfaat untuk orang lain. smartphone mempermudah penyebaran informasi aktual, artinya diterima saat itu juga oleh pembaca (follower / teman di facebook). walaupun pada prinsipnya, kelengkapan berita yang menggunakan rumus 5W+1H (what:apa, where:dimana, when:kapan, who:siapa, why:kenapa + how:bagaimana) harus terpenuhi secara singkat, karena karakter mobile journalism sedikit berbeda dengan media cetak. kebanyakan pelaku dari mobile jurnalism itu mengabarkan sebuah berita untuk segmentasi komunitas. informasi yang diangkat untuk lebih menarik minat baca antara lain heboh, lokalitas (suatu daerah), dan sensasi. namun harus sesuai dengan kaidah jurnalistik yaitu sesuai fakta dan bisa dipertanggungjawabkan.

kemudian mbak Eka, memulai sharing dengan menceritakan awal mula Halo Semarang berdiri yang terinspirasi dari status-status facebook yang menyatakan berita tentang semarang dan merangkum jadi satu di portal website. Halo Semarang mempunyai beberapa kontributor yang berkompeten dibidangnya dan tentunya sudah memiliki Management Redaksi. Menurut mbak Eka, informasi yang paling banyak mendapatkan porsi klik terbanyak adalah Informasi jalan macet di waktu berangkat dan pulang kerja, serta Info Diskon saat Weekend. hal ini menunjukkan bahwa Halo Semarang sudah mempunyai tempat di antara pencari berita info terkini di Semarang Karena Informasi yang diunggah itu kebanyakan secara Realtime, namun jelas harus sesuai fakta dilapangan. paling tidak untuk membuktikan sah atau tidaknya berita yang di publish adalah dengan menyertakan foto sebagai bukti. Kontributor Halo Semarang sendiri kebanyakan Masyarakat Umum atau Mahasiswa dan mengirimkan berita melalui Email untuk kemudian di saring lagi oleh Tim Editor.

Dalam acara tersebut juga dijelaskan bahwa Bisnis Media adalah Bisnis Kepercayaan, artinya orang mempercayai sebuah berita apabila berita tersebut valid dan sesuai dengan kenyataan. untuk memenuhi kriteria tersebut paling tidak ada Akurasi dan Konfirmasi. bisa berupa foto kejadian yang mendukung atau melalui wawancara narasumber, apabila ada kesalahan dalam memuat berita harus ada Ralat kejadian yang sebenarnya agar kepercayaan pembaca tetap tumbuh. dan poin terakhir yang disampaikan oleh pembicara yaitu Media itu tidak bisa hidup tanpa Iklan.

Sesi berikutnya ada Mbak Tiwi dari askmisstrader.com/ yang ngobrol ringan seputar hubungan antara Trading dan Jurnalistik. kedua hal ini berkaitan erat karena melalui berita yang aktual kita dapat mengetahui harga yang terupdate di pasar valas, serta mengetahui potensi apa saja yang bisa diambil dalam bisnis trading tersebut.

Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah lomba blog yang dilenggaranan sebulan sebelumnya dan foto-foto tentunya. o/

Share this