Ini tentang ujian Kerja Praktek

Dengan mantap saya masuk ke ruang kelas tempat saya dan ber-enam lainnya presentasi mengenai ujian praktek yang telah dilaksanakan semester ini. terlihat semuanya tegang. bukan hanya saya.

dapat giliran presentasi kedua saya jadi masih ada waktu beberapa menit untuk rileks, dan menenangkan pikiran. sekedar mengatur napas atau membaca-baca materi. orang pertama membawakan materi dengan bagus, tapi saat sesi pertanyaan dia agak terpojokkan, beberapa pertanyaan dari dosen dengan terbata-bata dijawab. saya semakin gugup.

stress

peserta pertama akhirnya bisa melewati sesinya, terlihat senyum simpul penuh kemenangan dari bibirnya seakan mengatakan: “yeah! tunggu giliran kalian”. baiklah, sudah tiba waktunya saya menghadapi ini. dengan mantap saya maju kedepan, menyiapkan laptop untuk membuka slide pertama. saya menjelaskan slide demi slide presentasi degan sedikit gugup. namun semuanya dapat terkontrol dengan baik sampe terakhir.

saat sesi pertanyaan, dosen melemparkan beberapa poin yang harus saya jawab mengenai web yang saya buat. oya, saya melakukan kp di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Cepiring Kab Kendal, dan ditempat itu saya membuat website berbasis cms wordpress untuk instansi tersebut agar orang-orang dapat informasi program, kursus, maupun melakukan kontak tanpa harus datang ke lokasi. web yang saya buat dapat diakses melalui alamat ini : http://skbcepiring.com.

ada juga peserta yang membuat pertanyaan dan dapat dengan mudah saya jawab, entah itu mengenai teknis pembuatan web atau kegiatan saat kp di lokasi. saya sempat heran, saat presentasi pertama tadi sepertinya dosen banyak memberikan pertanyaan yang menjatuhkan mental juara para peserta ujian. namun saat saya presentasi sepertinya melunak, semua pertanyaan dapat saya jawab tanpa ragu. sampai akhirnya saya dipersilahkan untuk kembali ke tempat dan mendapat tepuk tangan dari seisi ruangan. saya tenang.

berlanjut ke peserta ke-3 pun, kali ini lebih parah. belum sampai presentasi selesai sudah dipotong oleh dosen.
“sebentar mbak saya potong, ini kenapa diagramnya beda sama laporan yang dikumpulkan ke saya, alurnya gimana itu?”
dengan gelagapan yunita, peserta ujian ke 3. menjelaskan dengan keringat dingin kalau salah menyisipkan file. seharusnya yang disisipkan di presentasi adalah gambar diagram yang sudah direvisi, tapi ini malah draft nya.

saya minta ijin keluar setelah itu.

1 jam sebelum ujian

hanya suara “tut” tanpa balas di seberang sana, saya mencoba menelfon ibu yang berada di rumah untuk sekedar minta doa restu agar hari ini berjalan dengan lancar. namun sepertinya sia-sia.

saya berangkat kekampus dan menunggu di luar kelas, dosen datang semua peserta termasuk saya ikut masuk.
lalu kemudian dosen tersebut meminta peserta ujian untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan keluar, mungkin ke toilet.

saat itulah hp saya berdering, dilayar terlihat nama ibu. segera saya angkat.
“Assalamualaikum, kenapa nak tadi telfon?” tanya beliau
“hari ini ujian kerja praktek, minta doanya agar berjalan dengan baik”
“iya nak ibu doakan semoga lancar, ibu mau sholat dulu”
setelah mengucap salam telfon saya tutup.

mungkin ini, inilah sebenarnya kekuatan tak nampak yang hadir menemani saya sehingga bisa dengan mudah melewati proses ujian kerja praktek tanpa suatu halangan apapun. saya yakin, doa ibu merupakan salah satu faktor dari keberhasilan seorang anak selain usaha yang keras dan tawakal menyerahkan semuanya kepada Yang Diatas. sebuah proses yang sungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan yang diharapkan.

Semoga pengalaman saya ini membawa nilai kebaikan bagi kita semua. Amin 🙂

Share this