Ini tentang Absensi

Senin – Rabu

13 – 15 Desember 2010

3 hari kerja, 5 matkul, 15 sks, lebur begitu saja. entah ini fenomena apa?

Dosen-dosen di Kampus saya, Universitas Dian Nuswantoro semuanya berhalangan hadir untuk memberikan materi, selama 3 hari saya cuma nongkrong-nongrong dikampus, memperhatikan rintik hujan yang tidak bisa diprediksi turunnya, lirak-lirik kiri kanan barangkali ada teman yang bisa diajak ngobrol, nyanyi-nyanyi lagu yang lagi hits kali aja ada produser rekaman lewat. ah percuma.

Peraturan 75% kehadiran sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester, yang dibuatย Universitas Dian Nuswantoro kepada seluruh mahasiswa sepertinya sangat tidak manusiawi untuk direalisasikan.

Ini tentang Absensi

mari berstatistik sedikit, misal :

100 % = 14 kehadiran

75 % = 10,5 = 11 kehadiran

asumsinya mahasiswa ada kesempatan bolos 3x, entah sakit, ijin, pacaran, jalan-jalan dll.

nah, jika misal mahasiswa sudah bolos 3x + dosen tidak mengajar 2x = jadi total kehadiran cuma 9 = artinya belum memenuhi syarat 64%

tentunya sangat disayangakan bukan jika sudah bayar sks, berangkat kuliah, absen, buat tugas tp tetap tidak bisa mengikuti Ujian Akhir?

okelah, jika ada dosen yang tidak bisa berangkat memberikan waktu tambahan / pengganti. yang jadi masalah adalah:

Dalam satu kelas, tidak semua mahasiswa mempunyai jadwal yang sama. sehingga pencarian hari pengganti untuk tambahan tersebut sulit dicari. jadwal bertabrakan, sering dijadikan alternatif sabtu sebagai hari pengganti.

hey, bukankah sabtu sebagai hari libur? hari untuk beristirahat? hari untuk menenangkan otak? hari untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan di komunitas, di lingkungan kosan, maupun keluarga dirumah? lalu bagaimana dengan mahasiswa yang bekerja paruh waktu dihari libur? jelas mereka tidak bisa mengikuti tambahan jam tersebut, bukan?

wahai, bapak ibu yang ada di atas sana.

saya mohon dengan hormat, jangan jadikan perihal absen ini merugikan mahasiswa sepenuhnya ๐Ÿ™

Share this