Film 4D

Jadi Semalem saya Gagal nonton Premier Sang Kiai, karena bioskop dibooking Keluarga Alumni Ma’had Al Muayyad (Kamal) Laweyan Solo dan Gusdurian (Jaringan Pencinta Gus Dur) Solo, Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo (berita). pas turun dari lantai 4 saya melihat baliho besar kalo ada studio pemutaran film 4D di lantai 1 Grand Mall Surakarta.

Penasaran pengen coba, daripada pulang tanpa membawa cerita saya langsung menuju ke tkp. Harga tiket untuk film Rp. 20.000 hari senin-kamis, weekend Rp. 25.000 untuk pemutaran 2 film selama 14 menit. bentar ya? iya, belum puas di dalem udah habis aja filmnya. itung-itung nambah pengalaman, gapapa.

Di dalem studio sebuah proyektor, dan layar yang lumayan besar, hanya ada 9 kursi,  jadi kalo misal pas lagi rame ya harus antri. untungnya malem tadi sepi, jadi bisa langsung masuk dan nonton. film yang saya tonton petualangan Ali Baba di pertambangan dan Film prajurit kapal selam di ladang hiu. bedanya apa dengan film 3D, selain kacamata, kursi yang kita duduki juga bisa goyang-goyang, tentunya sesuai dengan objek yang ditampilkan di layar. gambarnya juga realistis banget, semacam kalo film horor sadako, hantunya bisa keluar beneran dari layar. yagitu film 4D.

@mashendri siap2 nonton

Sesaat setelah film habis saya sempet ngobrol dengan mas-mas yang jaga di depan, dan tanya,

sebenarnya bisa lho mas lebih fenomenal lagi dengan di tambahkan efek percikan dari atas misalnya saat ada adegan di air, atau angin, salju, api dan sebagainya.

mas-mas: itu bisa diaplikasikan juga, tapi nanti namanya berubah. jadi Studio 5D.

saya jadi paham, penambahan huruf D di depan angka akan semakin menambah realistis film yang ditonton. jangan-jangan nanti kalau kita nonton film Wingchun versi 9D pas adegan berantem, kita jadi berasa ditonjokin. dan babak belur saat keluar dari studio.

ah, semoga saja tidak.

Share this