Bicara Ujian Nasional

Bicara Ujian Nasional

Flashback, setahun yang lalu sayapun merasakan sensasinya,
ketika seorang murid dihadapkan pada sebuah pilihan pedih yang harus dijalani,
antara LULUS dan TIDAK LULUS.

SMA N 2 KENDAL tempat saya belajar, menuntut ilmu, berbagi macam2 nilai kehidupan,
mendapatkan teman, sahabat, musuh, pacar, guru killer, berebut tempat kantin.

Bicara Ujian Nasional, Bicara Stress tingkat tinggi

Awal penjurusan saat menginjakkan kaki kelas dua, saya terbuang mentah2 ke jurusan IPS,
dan saya bersyukur akan hal itu. bahwa nanti saat Ujian Nasional Tidak ada mapel Matematika.
Tapi Takdir berkata lain, Tahun 2008 Ujian Nasional tidak hanya 3 mapel, Bhs Indonesia,
Bhs Inggris, dan Ekonomi/akuntansi tetapi menjadi 6 mapel ditambah Geografi, Sosiologi,
dan Matematika (mimpi buruk selama sma), dengan 2 kode soal.
satu angkatan kami menjadi kelinci percobaan kah?
kebanyakan dari siswa bermental baja tersebut down mendengar berita ini,
akhirnya segala daya dan upaya untuk satu tujuan : LULUS dilakukan.

mulai dari pemadatan materi, les dari dari sekolah maupun tambahan dari luar,
sholat sunah berjamaah, pemberian motivasi, belajar bersama istighosah dll.
Seminggu sebelum Ujian Nasional,puncak ketegangan,
sadar bahwa umur kita tidak lagi lama disekolah ini. semua menangis, haru.
menyesali semua kesalahan yang pernah dilakukan.
membolos jam pelajaran, ngutang dikantin tp tidak pernah dibayar, berangkat telat,
tidur saat jam pelajaran (dampak dari kecapaian kah?) menghilangkan bola sekolah,
membuat karya tulis di tembok kamar mandi, ahh, terlalu banyak untuk disebutkan.

Ujian Nasional, kita datang, duduk, berdoa, membaca soal, melingkari jawaban,
lirik kiri kanan, berbisik, mendesah, siul-siul, batuk yang dibuat-buat,
menghentakkan kaki di lantai untuk menghilangkan kejenuhan, melakukan ritual,
meletakkan tangan dibawah meja, membuka alfalink (mapel Inggris), senam jari,
sms send to all untuk jawaban kode soal B milik saya (andai dulu saya sudah mempunyai hp yang lebih canggih,
pastinya saya akan memakai aplikasi chatting semacam mxit atau mig33 agar lebih irit, murah dan cepat.)
saat itulah kami berada dalam suatu sensasi yang luar biasa. sadar hari itu akan menentukan nasib kita.
kita berjuang mati-matian untuk melingkari semua jawaban dengan harapan semuanya benar.

Hari-hari menunggu hasil pengumuman Ujian Nasional, adalah hari dimana kita semakin dekat dengan yang Maha Pencipta.
Berdoa Setiap hari, puasa sunnah, sholat malam, agar terjadi keajaiban dalam kelulusan.
Dan! Alhamdulillah, saya lulus dengan nilai yang cukup bisa disombongkan.
Sujud Syukur, menangis. meng Agungkan NamaNya. perjuangan selama ini tidak sia-sia.

Bicara Ujian Nasional

SMA N 2 KENDAL, gagal untuk lulus 100% hanya 1 orang yan tinggal, dalam mapel Bhs Inggris,
dia gagal. dan inilah yang membuat saya sedih. Kita datang bersama, untuk mendaftar SMA,
tapi saya melangkah lebih dulu untuk keluar dari SMA. Semoga hari depanmu lebih baik, kawan.

dan kenangan ini akan selalu tersimpan rapat dalam sebuah hardisk dalam otakku,
takkan terhapus. saat inilah, saat saya belajar di bangku perkuliahan, barulah saya menyadari,
benar apa kata orang2. bahwa masa sma adalah masa yang terindah dalam hidup, penuh kenangan,
senang, bahagia, sedih, haru, penuh semangat, takut, benci, cinta, ragu, sesal, full.
jadi, bagaimana menurut anda?

salam blogger!

Share this