Berkacalah

Sepertinya tak elok jika hari ini (04/02/2014) saya menggerutu karena tak ada air di bak kamar mandi kosan. akibat hujan lebat semalam, Pompa Air yang letaknya di sebelah sumur tersebut konslet karena air dalam sumur sudah meluap keluar. tak ada air di bak, artinya tidak bisa mandi, tidak bisa pup, tidak bisa pipis, cuci baju, cuci piring, wudhu dan sebagainya. akhirnya untuk melakukan kegiatan cuci-cuci tersebut saya harus rajin silaturahmi ke Masjid terdekat. begitulah sifat alam, tak ada menjadi bencana, kebanyakan pun iya. Api kecil untuk penerangan, untuk memasak, namun kalau sudah terlalu banyak sepabrik bisa ludes juga.

kendal banjir

Tak apa, saya masih bersyukur dengan kondisi yang saya alami kini. dan seharusnya begitu, seberapa berat ujian yang datang jangan menggerutu, hadapi saja dengan senyum simpul kecil dan yakinlah bahwa yang ujian yang datang kini, akan membuat kita semakin kuat diesok hari. lain di kosan lain pula di Kendal, kota kelahiran saya. pagi tadi dapat pesan dari Bapak, banjir dimana-mana. akses jalan yang sudah rusak dari bulan-bulan lalu diperparah dengan genangan air yang siap membuat paleg motor atau mobil masuk bengkel karena ga keliatan lubangnya dimana, bahkan beberapa waktu lalu sempat terlintas di timeline ada gambar truk yang salto karena lubang jalan terlalu sakit untuk dilalui. 

Entah sudah keberapa kali di tahun ini Kota Kendal di hadapkan dengan Banjir yang sepertinya menjadi tradisi setiap tahunnya. menurut teman dan kerabat saya di sana, hari ini adalah banjir yang terbesar di tahun 2014 ini. luapan dari beberapa sungai sukses membuat ratusan keluarga harap-harap cemas dengan kondisi yang semakin memburuk.  Otomatis, jalur pantura juga lumpuh. Penjalanan Semarang Pekalongan yang biasanya hanya 3jam, kali ini bisa sampai 7jam bahkan lebih. Begitulah Alam, saat ada bencana kita manusia hanya seperti kacang goreng yang menunggu giliran diuleg untuk sambel kacang gado-gado oleh yang Kuasa. liat bencana lain di seluruh pelosok negeri carut marut ini, Gunung-gunung mulai menggeliat, Tanah longsor berderu, masih mau Sombong? 

Apa yang salah? Siapa yang bertanggung jawab? mari, mulai detik ini sekarang juga Berkacalah. sudahkah kita memperlakukan Alam dengan Baik? sudahkan kita membuang sampah pada tempatnya? sudahkah kita bersyukur atas apa yang sudah kita miliki? sudahkah kita mempersiapkan menghadapi ujian ini?

foto dari Chepta

Share this